<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="0.92">
<channel>
	<title>Ikhwan Muslim</title>
	<link>http://ikhwanmuslim.com</link>
	<description>Sekedar berbagi</description>
	<lastBuildDate>Mon, 02 Jan 2012 16:50:48 +0000</lastBuildDate>
	<docs>http://backend.userland.com/rss092</docs>
	<language>en</language>
	<!-- generator="WordPress/3.2.1" -->

	<item>
		<title>Hati Sakit, Kenali Tanda-tandanya!</title>
		<description><![CDATA[Diantara tanda hati yang sakit adalah hamba sulit untuk merealisasikan tujuan penciptaan dirinya, yaitu untuk mengenal Allah, mencintai-Nya, rindu untuk bertemu dengan-Nya, kembali kepada-Nya dan memprioritaskan seluruh hal tersebut daripada seluruh syahwatnya. Akhirnya, hamba yang sakit hatinya lebih mendahulukan syahwat daripada menaati dan mencintai Allah sebagaimana yang difirmankan Allah ‘azza<a href="http://ikhwanmuslim.com/fikih/penyakit-hati-kenali-tanda-tandanya">[ Read More ]</a>]]></description>
		<link>http://ikhwanmuslim.com/fikih/penyakit-hati-kenali-tanda-tandanya</link>
			</item>
	<item>
		<title>Bukan Ibnu Taimiyah Saja&#8230;</title>
		<description><![CDATA[Bukan Ibnu Taimiyah Saja … Habib Alwi Abdul Qadir as-Saqqaf Pertanyaan Apa dalil pengharaman bersafar untuk mengunjungi kubur nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, padahal hadits laa tusyaddu ar-rihal bersifat umum mencakup bersafar untuk menuntut ilmu, berdagang dan selainnya. Apakah ada seorang ulama sebelum Ibnu Taimiyah yang mengharamkannya? Dan apakah ada<a href="http://ikhwanmuslim.com/akidah-dan-manhaj/bukan-ibnu-taimiyah-saja">[ Read More ]</a>]]></description>
		<link>http://ikhwanmuslim.com/akidah-dan-manhaj/bukan-ibnu-taimiyah-saja</link>
			</item>
	<item>
		<title>Introspeksi, Akhlak yang Terlupa</title>
		<description><![CDATA[Dalam perjalanan hidup di dunia, tentunya seorang muslim tidak akan lepas dari kesalahan dan dosa sebagai akibat hawa nafsu yang diperturutkan. Selain itu, buah pemikiran yang dihasilkan manusia, yang dibangga-banggakan oleh pemiliknya, tidak jarang yang menyelisihi kebenaran, tidak sedikit yang bertentangan dengan ajaran yang ditetapkan oleh Allah dan rasul-Nya. Oleh<a href="http://ikhwanmuslim.com/fikih/introspeksi-diri-akhlak-yang-terlupa">[ Read More ]</a>]]></description>
		<link>http://ikhwanmuslim.com/fikih/introspeksi-diri-akhlak-yang-terlupa</link>
			</item>
	<item>
		<title>Hukum-hukum Qunut Witir [3]</title>
		<description><![CDATA[Permasalahan keenam, mengaminkan do’a dan menjahrkannya Perkara yang patut diperhatikan adalah makmum mengamini pada tempat-tempat yang sesuai, karena banyak manusia yang mengamini do’a imam tanpa membedakan bacaan tersebut berupa permintaan atau bukan (karena tidak memahami arti do’a yang dipanjatkan). Oleh karenanya, makmum diharapkan untuk memahami do’a yang didengarnya (dan tidak<a href="http://ikhwanmuslim.com/fikih/hukum-hukum-qunut-witir-3">[ Read More ]</a>]]></description>
		<link>http://ikhwanmuslim.com/fikih/hukum-hukum-qunut-witir-3</link>
			</item>
	<item>
		<title>Hukum-hukum Qunut Witir [2]</title>
		<description><![CDATA[Permasalahan keempat, bersajak dan melagukan bacaan do’a qunut Nabi shallallahu álaihi wa sallam telah mengingkari para sahabat beliau ketika meninggikan suara dalam berdoá sebagaimana terdapat dalam hadits Abu Musa radhiallahu ánhu, dia mengatakan, كنا مع رسول الله _صلى الله عليه وسلم_ فكنا إذا علونا على شرف كبرنا فارتفعت أصواتنا، فقال:<a href="http://ikhwanmuslim.com/fikih/hukum-hukum-qunut-witir-2">[ Read More ]</a>]]></description>
		<link>http://ikhwanmuslim.com/fikih/hukum-hukum-qunut-witir-2</link>
			</item>
	<item>
		<title>Hukum-hukum Qunut Witir [1]</title>
		<description><![CDATA[Kami terjemahkan kepada sidang sebuah artikel ringkas yang membahas beberapa permasalahan mengenai qunut witir. Artikel ini merupakan karya al-Akh Ahmad Yakhlif yang dipublish di situs www.ahlalhdeeth.com. Semoga bisa menambah pengetahuan kita dan bermanfaat bagi kami pribadi dan kaum muslimin. Permasalahan pertama: Hukum Qunut Witir Para ulama sepakat akan pensyariatan qunut<a href="http://ikhwanmuslim.com/fikih/hukum-hukum-seputar-qunut-witir-1">[ Read More ]</a>]]></description>
		<link>http://ikhwanmuslim.com/fikih/hukum-hukum-seputar-qunut-witir-1</link>
			</item>
	<item>
		<title>Mengapa Tidak Segera Berhaji?!</title>
		<description><![CDATA[Saudaraku, saya merasa bersedih ketika melihat dirimu melewati tahun demi tahun, musim dan hari telah datang silih berganti, sedang dirimu masih terduduk, tidak tergerak untuk melaksanakan kewajiban berhaji. Tidakkah engkau tahu kewajiban tersebut merupakan salah satu rukun yang agung di dalam Islam? Al-Quran, hadits nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan<a href="http://ikhwanmuslim.com/fikih/mengapa-tidak-segera-berhaji">[ Read More ]</a>]]></description>
		<link>http://ikhwanmuslim.com/fikih/mengapa-tidak-segera-berhaji</link>
			</item>
	<item>
		<title>Hukum Menuntut Hak</title>
		<description><![CDATA[Pertanyaan: Terdapat seorang pria yang menyewa jasa tenaga beberapa orang untuk menyelesaikan suatu pekerjaan, akan tetapi setelah pekerjaan tersebut ditunaikan orang tersebut tidak memenuhi hak mereka. Apakah dalam kondisi demikian, mereka diperbolehkan mengambil hak mereka secara paksa jika mampu untuk melakukannya atau mengambilnya secara sembunyi-sembunyi jika mereka dalam keadaan lemah.<a href="http://ikhwanmuslim.com/fikih/hukum-menuntut-hak">[ Read More ]</a>]]></description>
		<link>http://ikhwanmuslim.com/fikih/hukum-menuntut-hak</link>
			</item>
	<item>
		<title>7 Faedah Qana’ah</title>
		<description><![CDATA[Berikut ini akan kami jabarkan beberapa faedah qana’ah yang kami terjemahkan dari Al Qana’ah, Mafhumuha, Manafi’uha, ath-Thariqu ilaiha karya Ibrahim bin Muhammad al-Haqil. Semoga ada manfaatnya. &#160; a. Hati akan dipenuhi dengan keimanan kepada Allah Seorang yang qana’ah akan yakin terhadap ketentuan yang ditetapkan Allah ta’ala sehingga diapun ridha terhadap<a href="http://ikhwanmuslim.com/manajemen-hati/7-faedah-qana%e2%80%99ah">[ Read More ]</a>]]></description>
		<link>http://ikhwanmuslim.com/manajemen-hati/7-faedah-qana%e2%80%99ah</link>
			</item>
	<item>
		<title>Fikih Ringkas I’tikaf (4)</title>
		<description><![CDATA[Pembatal I&#8217;tikaf a. Jima&#8217; Allah ta&#8217;ala berfirman, وَلا تُبَاشِرُوهُنَّ وَأَنْتُمْ عَاكِفُونَ فِي الْمَسَاجِدِ &#8220;(Tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri&#8217;tikaf dalam mesjid.&#8221; (Al Baqarah: 187). Al Qurthubi rahimahullah mengatakan, بين جل تعالى أن الجماع يفسد الاعتكاف واجمع أهل العلم على أن من جامع امرأته وهو معتكف عامدا لذلك<a href="http://ikhwanmuslim.com/fikih/fikih-ringkas-itikaf-4">[ Read More ]</a>]]></description>
		<link>http://ikhwanmuslim.com/fikih/fikih-ringkas-itikaf-4</link>
			</item>
</channel>
</rss>

